VVision Agent HubAllianz × Vision Corporation
Business Success Program

Sales Playbook

Seluruh metode penjualan Vision dalam satu tempat: mindset, 10 langkah, script role-play, dan handling objection. Dibuat dari materi BSP-mu — pakai sebagai kartu contekan sebelum & sesudah ketemu prospek.

Mindset 5 Fundamental 10 Langkah Company Profile Jurus 3 Handling Objection Body Language Toolset

🧠 Mindset dasar

“Dahulukan misi menolong, maka komisi pasti datang.” Urutan misi: tolong nasabah → tolong keluarga → tolong tim yang direkrut → baru tolong diri sendiri. Komisi dipikir paling terakhir.

Asuransi = kebutuhan primer

Kebutuhan primer itu wajib/harus — nggak bisa nggak punya (seperti makan, tempat tinggal, sekolah). Posisikan asuransi di sini, bukan di kebutuhan sekunder (steak, iPhone, nonton). Cerita dengan tulus: “kalau dengar konsepnya, kamu untung; kalau nggak dengar, kamu rugi.”

Produk bagus untuk keluarga & diri sendiri

Kalau kamu sendiri yakin produknya bagus, kamu bisa pede menawarkannya. Makanya misi menolong harus benar-benar diresapi dulu sebelum jualan.

5 mindset closing (BP2)

Closing is caring

Tahu dulu penghasilan nasabah supaya premi pas & nggak jadi beban. Contoh umur 30 income 1jt/bln → jangan asal ambil yang mahal. Closing yang caring = pengen yang terbaik untuk nasabah.

Closing is simple

Kita cuma sharing, pilihan ada di tangan Tuhan & nasabah. Tugas kita menanamkan bahwa closing itu simpel: tinggal OK, submit, bayar.

Closing is easy

Sebenernya nggak susah, cuma cerita. Analogi bakmi enak: kita rekomen karena tulus, bukan karena beban. Kita yakin manfaatnya penting & bisa bantu orang.

Closing is now

Closing itu sekarang, bukan besok/minggu depan. Risiko nggak ada yang tahu — kalau sudah sakit, pengajuan bisa ditolak Allianz. “Hujan terang kita pun nggak ada yang tahu.”

Closing is leading

Sebelum menawarkan, agen harus punya asuransinya sendiri. Kalau sudah merasakan hebatnya produk, kita bisa sharing dengan pede & jujur.

Prinsip body language: mindset yang tepat menghasilkan bahasa tubuh positif. Kalau yakin produk Allianz, kita otomatis pede — dan banyak klaim itu sudah ada buktinya, bukan cuma janji.

🏗️ 5 hal wajib sebuah bisnis

Kenapa bisnis asuransi ini layak digarap serius — cek kelima syaratnya.

Market

Pasar harus besar. Semua orang & keluarga butuh proteksi.

Problem

Ada problem yang butuh solusi — risiko sakit, meninggal, biaya besar.

Need

Ada need yang harus digali/ditimbulkan (banyak orang belum sadar).

Solution

Ada solusi tepat untuk problem tersebut (produk Allianz).

Reward

Reward layak: bantu banyak orang sekaligus income berkembang.

Kenapa harus punya income ratusan juta? Karena impian butuh dana besar, dan inflasi menggerus nilai uang (Rp100rb thn 2000 vs 2020 beda jauh isi keranjang belanjanya).

🪜 10 Langkah Penjualan Sukses

Skillset inti. Kalau closing seret, biasanya karena sering skip langkah. “Pre-HO = beresin diri sendiri dulu; 80% rasio closing ditentukan di sini.”

1

Daftar Nama — “Tambang Emas”

Bikin tabel 200 nama (tulis tangan/print): No, Nama, Tgl lahir, Alamat/domisili, Kontak, Status terkini, Mampu menabung Rp/bln.

  • Ring 1: keluarga inti, keluarga dekat, teman dekat (yang tiap minggu pasti ketemu). Mulai dari sini dulu.
  • Ring 2: keluarga karena pernikahan, mantan kolega, alumni SD/SMP/SMA/kuliah.
  • Ring 3: keluarga jauh, tetangga/hobi, konsumen, penyuplai, rekan bisnis.
Prinsip: “Siapa cepat, dia dapat.” Relakah tambang emas kita digarap orang lain? Sumber nama: kontak HP, email/FB, daftar supplier & customer, RT/RW, undangan pernikahan, buku silsilah, daftar reuni. Produk lebih gampang dijual ke yang sudah berkeluarga (income stabil, decision maker).
➜ Buka Daftar Nama interaktif
2

Janji Temu & Buku Jurnal

Buku Jurnal = jadwal mingguan, total 38 slot kesempatan prospecting. Yang belum punya, hubungi Leader.

  • Ring 1 — gaya bicara normal sehari-hari, serius minta waktu ketemu. Jangan kaku/gemeteran/kayak robot (tetap panggil cici, tante, om).
  • Ring 2 — semi-formal: silaturahmi, mampir, sowan, temu kangen, “long time no see”. Ingatkan nostalgia untuk ice breaking.
Ring 1 (offline): tanya kabar, tempat tinggal, bisnisnya → “aku lagi ngelakuin market survey dari kerjaan, pas banget lagi di daerah situ. Kasih 2 pilihan ya — aku ke rumah enaknya jam berapa? Jam 1 atau jam 7?”
Ring 1 (online): tanya kabar, kerjaan hybrid gimana → “cici udah biasa pakai Zoom kan? Sekalian ngobrol yuk, udah lama nggak ketemu.” Bisa kirim makanan biar barengan sambil meeting.
Tips janji temu online: konfirmasi ulang H-1, beberapa jam & 1 jam sebelum; kirim minuman/snack kecil; cari tahu prospek punya waktu berapa lama. Produk ini personal & heart-to-heart — usahakan cuma suami/istri, jangan ada orang lain. Kalau ketemu, sekalian suami & istri (decision maker).
3

Market Survey & Presentasi Rekening Proteksi

Harus pede & rapi (dressed up: kemeja/jas) — supaya prospek trust kasih data. Ice breaking maksimal 10 menit; biarkan nasabah yang lebih banyak ngomong.

Ring 1&2: tanya kondisi keluarga & pekerjaan. Waktu ditanya balik → “sekarang aku ditugaskan survei pasar, wajib ketemu minimal 3 orang/hari. Boleh minta 5 menit survei?”
Ring 3: “boleh ya tante, market survey paling cuma 10–15 menit.”

Q: kalau nasabah nolak kasih tgl lahir? → jangan kepancing. Tujuan ketemu adalah ketemu, bukan jelasin produk. “Enggak, aku pengen sharing, tanya-tanya kerjaan dari kantor, pas lewat rumah jadi sekalian mampir.” Kalau ditembak “ini dari Allianz ya?” → harus ada pedenya: “ci yaelah kan cici tau aku, denger sharing bentar aja, aku bawain makanan.” Kalau prospek males bales → jangan dipaksa, deketin lagi 2 minggu kemudian.

4

Pembuatan Proposal

Susun proposal sesuai profil & kemampuan menabung dari hasil market survey. Premi harus pas — jangan jadi beban (ingat closing is caring).

5

Buku Blue Print — Company Profile

Presentasikan The iBluePrint. Aura harus semangat & positif. Online: pakai suara meyakinkan + assistive touch/pensil sebagai pointer.

Lihat 11 talking points Company Profile ↓

6

Penjelasan Proposal

Ganti istilah asuransi dengan kata umum supaya terasa lebih membumi:

Istilah asuransiKata umum
Uang PertanggunganManfaat meninggal / uang warisan
Asuransi dasarRekening / rekening proteksi
Penyakit berat (Critical Illness)Flexi CI
KecelakaanADDB / santunan
Pengisian rekeningPayor
Cacat total & tetapTPD
Fasilitas rumah sakitHSCP P (Kartu Sakti Premier)
Role Play #2–#4 (poin-poin manfaat)
  • Manfaat proteksi: lindungi 168 tahapan kondisi kritis (walau masih tahap awal), berlaku 80 hari sesudah polis disetujui.
  • Payor / pengisian rekening: kalau kena kondisi kritis (mis. pasang ring jantung), rekening jadi FREE — Allianz yang lanjutkan setoran sampai usia 65, impian keluarga tetap tercapai.
  • Manfaat meninggal: warisan yang PASTI diterima keluarga; berlaku sampai usia 100.
  • Kecelakaan (ADDB): meninggal 100%; cacat dibayar sesuai persentase anggota tubuh.
  • HSCP P (Kartu Sakti Premier): rawat inap tanpa DP, tunjukkan kartu → langsung masuk kamar. Berlaku sampai usia 99, berlaku se-Asia (kecuali Singapura, Hongkong, Jepang), batas tahunan besar. Pinjamkan kartu HSCP P atas nama kamu ke prospek biar bisa dipegang.
7

Jurus 3 — Kliping Koran, Bukti Klaim, Bukti Penolakan

Tiga cerita berbasis bukti. Lihat contoh lengkap ↓

8

Jurus 3000

Perkuat keyakinan lewat pengulangan bukti & cerita. (HO/handling objection biasanya mulai dari langkah ini.)

9

Closing & Administrasi

Suara kuat & penuh keyakinan, gerakan mantap tanpa ragu.

Ingat: belum dibilang CLOSING kalau belum ada setoran (kartu kredit / ATM / internet / mobile banking). “Sebagai tanda jadi, kartu kredit bapak/ibu akan didebet sebesar premi 1 bulan. Proses pengajuan butuh 14 hari kerja. Kalau ada slot medical check-up, saya infokan segera. Kalau pengajuan belum bisa diterima, seluruh tanda jadi dikembalikan utuh.”
10

Gembok 3 — Kunci komitmen

Setelah closing, kunci keputusan supaya nggak ada buyer’s remorse. Siapkan file market survey, catat jawabannya sebagai reminder.

  • Gembok 1: “Dari penjelasan tadi, menurut bapak/ibu bagian mana dari rekening ini yang paling menarik & bermanfaat?”
  • Gembok 2: “Dari banyak perusahaan asuransi, kenapa bapak/ibu memilih Allianz?”
  • Gembok 3: “Mungkin banyak agen Allianz yang menawarkan produk sama — kenapa memilih saya sebagai agen bapak/ibu?”
Kalau akhirnya nggak jadi closing: “bukan sayang kita nggak dapat ALP, tapi sayang nasabahnya nggak dapat proteksi terbaik.” Tetap jaga hubungan.

🏛️ Company Profile — 11 talking points (Role Play #1)

  1. Allianz lahir di Berlin, Jerman, 136 tahun lalu (berdiri 1890) — perusahaan asuransi & jasa keuangan terbesar di dunia.
  2. Peringkat keuangan Allianz sangat sehat & kuat.
  3. Perusahaan besar seperti BMW & Mercedes-Benz mempercayakan dananya ke Allianz — total dana dikelola > USD 2,7 triliun (± 20× cadangan devisa Indonesia).
  4. Nasabah tersebar di seluruh dunia.
  5. Di Indonesia, Allianz sudah 45 tahun (kantor perwakilan sejak 1981; Allianz Life sejak 1996).
  6. Kantor cabang tersebar di seluruh Indonesia, siap melayani.
  1. 1906, bencana San Francisco: 3.000 nasabah meninggal — Allianz bayar semua klaim USD 350 juta.
  2. Allianz memberi bukti, bukan janji: 2020 membayar klaim Rp33 miliar/hari (jeda 3 detik ± Rp4 miliar).
  3. Perusahaan asuransi dengan total aset terbesar di dunia.
  4. Menurut Interbrand, peringkat ke-39 perusahaan paling berharga di dunia.
  5. Menurut Infobank, dinobatkan sebagai perusahaan asuransi terbaik di Indonesia.
📌 Angka terbaru (2024, terverifikasi) — pakai ini biar makin kredibel:
  • Allianz Indonesia (Life + Syariah) membayar Rp5 triliun klaim di 2024, untuk >390.000 klaim jiwa & kesehatan (≈ Rp13,7 miliar/hari).
  • Khusus penyakit kritis: klaim dibayar Rp560 miliar (2024).
  • Pendapatan premi Allianz Indonesia Rp19 triliun (2024, +9%).
  • Allianz Group: perusahaan asuransi terbesar dunia, aktif di ± 70 negara, ± 97 juta nasabah, dana kelolaan pihak ketiga ± €1,9 triliun (Des 2024).
Sumber: rilis Allianz Indonesia / AAJI / Allianz Group 2024–2025. Angka “Rp33 miliar/hari” di poin 8 adalah data 2020 dari materi BSP.

📰 Jurus 3 — cerita berbasis bukti

① Kliping berita

Pola: “Kata orang…, lalu bagaimana dengan…?” untuk mematahkan mitos.

  • “Kritis cuma menyerang lansia” → anak dengan leukemia.
  • “Rajin olahraga anti-sakit” → Arnold Schwarzenegger sakit jantung.
  • “Sarjana pasti bisa jaga kesehatan” → Dahlan Iskan kanker hati.
  • “Jaga makan pasti sehat” → Selena Gomez divonis Lupus.
  • “Masih muda nggak perlu asuransi” → Olga Syahputra (meningitis).
  • “Yang penting hati-hati di jalan” → Paul Walker (kecelakaan).

② Bukti klaim

Baca sesuai headline. Nominal dari biasa sampai fantastis:

  • Serangan jantung — dibayar Rp250 juta, polis baru 7 hari.
  • Rawat inap Covid-19, 17 hari — Rp495.451.327, polis baru 10 bulan.
  • Kecelakaan ACL putus — semua biaya operasi RS Gleneagles Malaysia (RM 55 ribu).
  • Kanker hati & meninggal — Rp10 miliar, premi Rp200 juta/thn, polis baru 8 bulan.

③ Bukti penolakan

Rekening sebagus ini tidak semua bisa punya — makanya jangan tunda:

  • Ibu B — riwayat kanker payudara, titipan premi Rp3 juta dikembalikan.
  • Bapak D — diabetes tak terkontrol, Rp12 juta dikembalikan.
  • Anak E — nephrotic syndrome, Rp36 juta dikembalikan.
  • Bapak G — jantung koroner, Rp15 juta dikembalikan.
“Agen asuransi cukup 1, boleh banyak supaya banyak yang menyanggah.” Jadi agen = jadi berkat buat orang lain, “full heart”.

🛡️ Handling Objection (BP5)

“An objection is not a rejection — it is simply a request for MORE INFORMATION.” Santai, ini bukan penolakan; dia cuma belum mau sekarang. Mental prajurit, pantang menyerah.

Rumus follow-up

7 tools handling

  1. Penjelasan produk.
  2. Penjelasan data (bukti klaim, compro).
  3. Pencerahan ajakan (“aku nggak minta maaf, ini demi anak-cucu tante; yang mikirin tante siapa?”).
  4. Analogi “kalau asuransi bangkrut” → nama perusahaan itu ‘nama orang tua’; yang bayar klaim Allianz, bukan om.
  5. Jaga hubungan baik, tunggu right time.
  6. Jawaban objection bersifat periodik — sekarang belum mau, bulan depan belum tentu.
  7. Buang jauh ketidakpercayaan diri (“leader mah gampang closing”).

8 issues umum

  • Family package — closing 1 keluarga, dorong mereka pikirkan seluruh keluarga.
  • Analogi sendok — sudah punya asuransi tapi kurang: “kuali gede pakai sendok makan, capek nggak? Punya banyak sendok nggak pernah bikin susah.”
  • BPJS itu bagus, tapi kalau sakit tertentu tidak semua ditanggung — BPJS tidak punya opsi (kamar, RS, luar negeri).
  • “Nanti aja bulan depan” → risiko nggak nunggu; produk bagus belum tentu bisa didapat lagi (underwriting).
Pre-HO: beresin keyakinan diri dulu (produk, company, diri sendiri) sebelum berjuang ke luar. HO gagal biasanya karena sering skip 10 langkah. Kalau ditolak: “kalau koko nggak mau nggak apa-apa, nanti aku main lagi ke tempat koko” — dia nggak mau selamanya, cuma belum mau sekarang.

🧍 Bahasa tubuh positif

Yang kita lakukan

  • Konfirmasi ulang tiap ganti slide (“ci/bu udah jelas ya slidenya, ada yang mau ditanya?”).
  • Salam namaste tanpa berjabat (ada yang nggak mau bersentuhan).
  • Jaga kontak mata — fokus ke titik tengah antara alis, biar orang nyaman ngobrol.
  • Artikulasi jelas, suara normal & teratur, gerakan terkendali.
  • Selalu tersenyum, kepala sering mengangguk. “Selalu bayangkan sedang direkam kamera.”

Ciri prospek sudah “positif”

  • Banyak bertanya soal manfaat rekening.
  • Bercerita pengalaman pribadi/orang terdekat yang menyenangkan.
  • Memperhatikan dengan seksama, interaktif.
  • Posisi tubuh mendekat.

Kalau belum ada sinyal positif sesudah 30 menit, agen harus berhenti bicara & bertanya apakah mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu.

🧰 Toolset

Online

Perangkat, koneksi internet, aplikasi konferensi video, earphone, virtual background/green screen, aplikasi presentasi/mencatat, file/dokumen, ruang kerja, stylus.

Offline

Pena tinta hitam, iPad & stylus, The iBluePrint, Kartu HSCP P (kartu asuransi atas nama sendiri), e-Policy (buat orang kritis yang suka lihat pasal), e-Card AAJI–AASI, e-Market survey, Proposal, SPAJ, Form otodebet.

Skenario pertemuan: (1) BP2 di pertemuan kedua; (2) BP1 & BP2 sekaligus sendirian; (3) BP1 & BP2 sekaligus dibantu spouse. Direkomendasikan cara 2 & 3.

Ringkasan metode dari materi BSP untuk latihan pribadi. Selalu ikuti aturan main & kode etik Allianz/AAJI serta ketentuan polis resmi saat berhadapan dengan nasabah.